Chocolat War (Hershey Vs Mars)

Danang Sudarso Widya Prakoso Joyo Widakdo – Graduate Student of  MB-IPB Class of EK 10

Marketing class lecture note (20 Nopember 2012)

Lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan

 

 

Inspirational Quote:

“Untuk menguasai pangsa pasar, produksi harus maksimal dengan menjamin kualitas”

“Walaupun tidak mempunyai pendidikan tinggi, kesuksesan itu bisa datang dengan terus bereksperimen dan berinovasi untuk menghasilkan yang terbaik”

 

Video Chocolate war menampilkan tentang persaingan antara dua produsen coklat di Amerika yaitu Harsey dan Mars. Dalam video tersebut terkadung berbagai materi pemasaran salah satunya adalah strategi harga. Pada awalnya, perusahaan chocolate di America merupakan perusahaan keluarga (95%). Namun dalam perjalanan waktunya, kurang dari 60% saja perusahaan keluarga yang masih bertahanForrest ingin membuktikan bahwa untuk mendirikan sebuah perusahaan dan menjadi berhasil, seseorang tidak diperlu dilahirkan kaya raya, namun yang terpenting adalah fokus dalam bekerja. Hershey chocolate mengajarkan kepada kita tentang nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari keputusan Hershey menggunakan sebagian keuntungan perusahaannya untuk CSR (mendirikan sekolah). Dalam keberlanjutan usaha/bisnis, terlepas dari kegagalan generasi kedua dan ketiga dari keluarga Hershey untuk melanjutkan usaha orang tuanya, namun satu hal yang sangat menarik adalah adanya “God Hand” yang selalu menolong bisnis Hershey ketika sedang terpuruk. Sebagai contoh saat Hershey menghadapi masa sulit antara lain disebabkan penetrasi pasar yang dilakukan oleh M&M, kenaikan harga bahan baku (harga chocolate meningkat dari seharga nikel 5 cent meningkat menjadi seharga dime 10 cent), dan perubahan persepsi masyarakat bahwa real chocolate atau chocolate klasik sudah ketinggalan zaman. Diluar didugaan hershey mendapatkan bantuan dari pruduk luar (Godiva). Masuknya godiva di pasar America membantu mengubah image chocolate klasik yang ketinggalan zaman menjadi sesuatu yang eksklusif dan mahal. Salah seorang anak didik dari yayasan Hershey menawarkan bantuan dan masuk menjadi salah satu jajaran management yang handal dalam memimpin perusahaan saat perusahaan terpuruk. Salah satu strategi yang diterapkan oleh perusahaan Chocolate war adalah :

Strategi harga

Price strategy yang digunakan oleh Hershey adalah “price speaks quality” sehingga harga yang diterapkan premium. Sedangkan M&M berusaha mendapatkan market dengan harga produk yang lebih murah dari Hersheys. Dengan penentapan harga yang murah yaitu 5 cent dari hersey sehingga dapat menjangkau konsumen dan mendongkrak menjualan. Hal ini dikarenakan kapasitas pabrik yang besar sehingga harga produksi menjadi rendah. Coklat Hershey lebih mengangkat jargon coklat asli Amerika yang harganya mahal dengan rasa yang lezat. Sedangkan Coklat M&M kompetitornya menetapkan harga yang bersaing murahnya dan  terjangkau karena produk sudah dinovasi menggunakan campuran nugat untuk mencapai pangsa pasar yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Dengan harga rendah perusahaan dapat pula mengupayakan tercapainya skala ekonomi dan menurunnya biaya perunit. Strategi ini mempunyai perspektif jangka panjang, dimana laba jangka pendek dikorbankan demi tercapainya keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s